Panduan optimasi instagram – Bag. 4 : Value Prosition and Unique Seling Point

Halo bunda-bunda sholihah… gimana kabarnya? uda bisa membayangkan bagaiman mengoptimalisasi instagram bisnisnya?

Kali ini, kita akan membahas mengenai

Value Prosition (VP) and Unique Selling Poing (USP)

Apa-apa yang harus diperhatikan ketika akan mengeluarkan iklan

Google VS Instagram?

Bisnis Model:

Bussiness to Bussiness

Bussiness to Costumer

Tips menentukan bisnis model

Job/duty/tugas pelanggan

  • Tugas Fungsional
  • Tugas sosial
  • Tugas emosional
  • Tugas sampingan

VALUE PROSITION ( VP ) AND UNIQUE SELING POINT (USP)

Value prosition atau nilai manfaat produk atau layanan, merupakan acuan pada pertanyaan bisnis atau pemasaran, yang digunakan pelaku usaha untu memberikan alasan atau meringkas alasan, mengapa konsumen harus membeli produk atau menggunakan pelayanan jasa, sedangkan Unique Selling Point adalah mengacu pada faktor unik dari penawaran yang berbeda dari penawaran lain di pasar. Istilah proposisi penjualan unik digunakan secara sinonim. 

Ketika hendak mengeluarkan iklan untuk berjualan, ada hal yang perlu diperhatikan yaitu :

  1. Harus ada produk atau jasa
  2. Harus ada calon pembeli
  3. Harus ada kesesuaian antara produk dengan calon pembeli

Tapi pada kenyataannya, produk yang kita punya bukanlah satu-satunya. Ada banyak bisnis yang menawarkan produk yang hampir sama dengan kita, lantas mengapa calon pembeli harus memilih produk kita? Produk yang kita jual akan laku atau tidak sangat tergantung dari rancangan value proposition (VP) dan unique selling point (USP), jika kita kurang tepat menentukan  VP dan USP maka iklan yang akan kita jalankan tidak akan menghasilkan penjualan yang signifikan. VP dan USP sangat penting untuk usaha yang akan kita lakukan.

Google VS instagram

Saat kita pergi atau searching di google, dengan contoh kita akan mencari jilbab atau baju gamis, google akan memberikan atau merekomendasikan informasi yang dicari. Hampir seluruh masyarakat yang mensearching di google adalah orang yang butuh, sehingga memiliki potensi besar untuk membeli barang atau menggunakan jasa tertentu. Hal ini berbeda dengan di instagram. Pada umumnya orang menggunakan instagram untuk bersosialita / aktualisasi sehingga perlu ditumbuhkan keinginannya untuk membeli. Jadi, pengguna instagram tidak semuanya ingin membeli produk yang kita jual. Jika pasang iklan di Instagram, belum tentu semua orang ingin membeli dan belum tentu orang ada kebutuhan. Nah, kebutuhan itulah yang harus kita timbulkan agar orang membeli produk kita. Jadi harus ada perjalanan dan prosesnya.

            Kenapa kita sudah bayar untuk iklan, dan traffic sudah datang, namun kenapa kok penjualannya rendah sekali? bisa jadi produk yang kita tawarkan bukan produk yang sedang dibutuhkan atau diinginkan oleh traffic yang kita datangkan dari iklan atau bisa jadi offer / penawaran yang kita berikan tidak membuat traffic tertarik. Untuk itu kita harus merancang value proposition dan unique selling point kita, siappp bunda??

Mari kita mulai dengan menentukkan bisnis model yang akan kita lakukakan

  1. Business to business (B2B)

B2T atau Business to Business merupakan penjualan produk atau jasa yang diberikan oleh satu bisnis dan diperuntukan untuk bisnis lainnya, bukan kepada konsumen. Sebagai contoh, jika Anda menjalankan bisnis yang menjual bahan pakaian dan Anda melakukan penjualan ke store-store atau bisnis fashion yang ada.

  • Business to customers (B2C)

B2C atau Business to Customer merupakan bisnis yang melakukan pelayanan atau penjualan barang atau jasa kepada konsumen perorangan atau grup secara langsung. Dengan kata lain, bisnis jenis ini berhubungan langsung dengan konsumen, bukan perusahaan atau bisnis lainnya. Sebagai contohnya, jika Anda memiliki bisnis makanan,

Tentukan level bisnisnya ?

            Produsennya = distributor / end user

            Distributor / importir = Agen / resseler / end user

            Agen / resseler = end user

Apapun yang kita pilih punya konsekuensinya masing masing. Semuanya bagus tergantung kapasitas dan harapan kita. Jadi kalau sudah ketemu dengan bisnisnya, harus kita fokuskan terlebih dulu bisnis model kita.

Tipsnya adalah :

  • Riset 1 produk untuk satu market kategori
  • Demand tinggi (trendnya naik) dan penyedia sedikit, artinya reseller/agen untuk produk tersebut sedikit, kita ambil kesempatan itu
  • Demand tinggi, reseller / agen mulai ramai, cek level distributor, jika ternyata masih sedikit maka akan menjadi opportunity baru

Sederhananya seperti ini :

            “kecocokan antara keuntungan/benefit dari produk/jasa yang kita tawarkan terhadap harapan dan keinginan pelanggan yang kita tujukan”

contoh sederhananya: ada orang lapar, maka kita jual makanan. Ada kebutuhan, kita yang menyiapkan kebutuhannya. Maka akan ada kecocokan antara kebutuhan dengan barang yang kita jual.

Sebelum memasang iklan, kita harus memikirkan target marketnya terlebih dahulu. Ini semua untuk mempermudah kita supaya iklan kita langsung menuju target market, agar bisa langsung melihat iklan kita seperti ketika orang mencari informasi di google. Ketika orang membutuhkan sesuatu, yang muncul adalah produk  kita yang mereka butuhkan, yang dilihat dari iklan kita, ya itulah yang orang butuhkan. Kita harus tahu detail produk apa dan kapan mereka butuhkan, kapan dalam artian saat apa. Contoh: saat mengerjakan laporan, mahasiswa butuh cemilan, berarti target marketnya adalah mahasiswa dan itulah yang akan menjadi materi iklan kita, supaya iklan kita matching dan kita menumbuhkan kebutuhan dari keperluan mereka sendiri.

Selain itu, ada tugas-tugas yang harus kita cermati dan pikirkan dari calon pelanggan kita, yaitu:

Job/duty/tugas pelanggan

Menggambarkan apa yang berusaha diselesaikan pelanggan dalam pekerjaan atau hidupnya.

  1. Tugas Fungsional, misalnya, tugas fungsional pembuat kue adalah membuat cake, membuat puding, jualan cake, dll.
  2. Tugas sosial, misalnya, dikenal sebagai ahli cake, dikenal sebagai pembuat cake enak, dll
  3. Tugas emosional, misalnya, cakenya disukai banyak orang, dipuji orang lain, dll
  4. Tugas sampingan:
    • Pembeli nilai
      • Pembeli kursus online
      • Pembeli buku resep
    • Kokreator nilai
      • Mereferensi kursus online
      • mereview isi buku resep
    • Pemindah nilai
      • tidak memakai kursus online, buku dijual kembali

Materi diambil dari TDA TV youtube channel

https://youtu.be/uxFj1mnpPc

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *